Selasa, 09 September 2014

intinya gitu

Hai! Udah lama gak buka, karna bosen dan iseng jadi ngepost lagi hehe.

Jadi, gini. Ceritanya gue udah biasa aja sama yang lama. Gue udah ganti pin karna gamau ada doi sama temennya lagi di kontak. Bukannya sombong atau mau ngejauh, tapi, ya, udah lama banget ngestuck di doi terus.

Jadi sekarang kalo ketemu yang dedemenan yang baru lupa sama yang lama, bukan kakak kelas ituu udah jarang ketemu sihhh lagi juga doi langgeng banget sama pacarnya huhu

Jadi tuh yang sekarang waktu itu ulangan sekelas sama dedemenannya suci, eh belakangnya suci si dinar (samarannya dinar abis dia mirip dinar ehe) terus pas hari terakhir gue duduk sebelah dinar ciakakakak secara perbedaannya gue cewek dia cowok, persamaannya ada laah lumayan gitu yang samanya wkwk. Jadi, awal perbincangannya tuh....
gue: eh gue duduk sini ya biar deketan sama suci
dinar: yaudaah iya
.
.
.
dinar: pinjem apusan dong
gue: (ngasih apusan)
.
.
.
dinar: males banget ngebuletin nama, tanggal lahir sama nomor peserta banyak banget
gue: emang nama lu siapa? (ngeliat kertas doi) *pura pura gak tau namanya padahalmah tau ._.* ooh ******* lahh sama yakk. Tanggal lahirnya sama juga lagi bulannya doang yang beda
dinar: (ngeliat kertas gue) lah iya ya samaan
yauda intinya gitu
Terus pas abis udah ulangan jadi suka curi curi pandang gitu wkwk. Terus lama kelamaan kalo ketemu, doi suka naikin alis gitu alias nyapa diem diem ciakakak. Ya gue seneng lah digituin sama doi wkwk. Tapi sayangnya doi sukanya sama cewek laen sihhh padahal cewek itu cowok yang deket sama dia banyak, termasuk dinar. Daripada dinar nunggu itu cewek mending liat ke gue nar-_- gue pengen temenan aja kok gak lebih. Pengen temenan kaya gue temenan sama temen cowok yang dikelas gitu. Cuma buat ngobrol, becanda doang, gak lebih. Karna kalo lebihnya belum tentu bisa. Intinya gak ngerti lagi deh kalo ketemu doi senengnyaaa subhanallah seneng banget. Apalagi kalo doi udah mainin alis atau nyapa diem diem itu senengnya gak ketolongan. Semoga ajaa makin deket sama doi. Deket sama lo aja gue udah bersyukur.

Minggu, 08 Juni 2014

"Aku sayang sama kamu. Aku sadar sayang gak mesti jadi pacaran. Jadi temen aja udah seneng. Ngeliat kamu bahagia itu udah buat aku tenang. Aku gak mau ngedeketin kamu lagi, aku takut kamu risih, aku takut kamu keganggu kalo aku deketin. Aku sayang banget sama kamu, entah sampe kapan aku bertahan. Yang jelas, saat ini sayang. Andai suatu saat kita itu berjodoh, betapa beruntungnya aku."

Sabtu, 19 Oktober 2013

Aku Ingin Bersama Selamanya (Puisi film Ada Apa Dengan Cinta)

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU


Rabu, 02 Oktober 2013

Dalam diam

Aku mengagumi seseorang yang telah aku sadari sulit untuk aku gapai. Aku hanya bisa merasakan senyumnya, matanya, suaranya, dan lembut sikapnya tanpa pernah bisa untuk menggapai hatinya. Setiap hari, aku hanya berani menyapa hangat senyumnya dari kejauhan tanpa berkata. Sangat indah, sulit untuk aku deskripsikan seperti apa rasanya mengagumi keindahan Tuhan seperti dia. Semua terlihat khas saat mata ini memandangnya. Tidak ada orang lain yang bisa mengalihkan duniaku seperti ini, selain dia. Dia selalu hadir dalam bayangan pikiranku, tanpa pernah aku sadar, dia telah menjadi tumor dalam otakku. Perlahan mematikan hati ini yang sempat aku buka untuk mereka yang menantiku di luar sana.

Aku mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah sadar bahwa aku mencintainya. Aku hanya bisa menikmati perasaan ini, dalam hatiku, sendiri, secara diam-diam, secara rahasia, tanpa pernah kubiarkan orang lain tahu akan keindahan yang aku rasakan ini. Entahlah... walaupun sedemikian menyakitkan, aku masih tetap menyebutnya sebagai keindahan. Karena mencintainya adalah keindahan. Karena mengaguminya adalah keindahan. Karena segala yang aku rasakan padanya adalah keindahan. Dan tak ada satupun orang yang mampu menghancurkan keindahan itu.


Dia... sosok yang tak pernah sirna dari hati kecilku. Selalu singgah untuk membangunkanku dari mimpi-mimpi itu, mimpi bahwa aku tak akan bisa menggapainya, mimpi bahwa aku hanya bisa mengaguminya sebatas mata, suara, dan senyumnya saja. Inilah perasaan yang tak tersampaikan. Sampai kapanpun, takkan aku sampaikan. Karena merindukannya adalah racun bagi Romeo dan Juliet, karena menyayanginya adalah duri bagi keindahan mawar, karena ingin memilikinya adalah luka dari hati itu sendiri. Biarkan saja mengalir, mengikuti arus, kemudian berlalu begitu saja. Entah kapan, entah sampai kapan. Mencintaimu selalu terlihat indah dalam hidupku. Takkan hilang.... takkan sirna begitu saja.


Dia membuat hidupku jadi lebih berwarna setiap harinya, setiap kali aku merasakan keindahannya dari kejauhan, dalam hatiku. Tapi, dia juga mampu membuat hidupku menjadi seperti puzzle dalam sekejap, membuatku bingung harus menatanya darimana. Dia harus tahu, dia harus percaya, bahwa aku menyayanginya walau hanya dalam diam. Seharusnya dia tahu, seharusnya dia sadar, tetapi.... aku hanya ingin diriku saja yang tahu dan menyadari akan hal ini. Dan dia... cukup dengan dunianya saja.



Perasaan seperti ini pernah aku rasakan. Tapi itu dulu. Dulu sekali. Bahkan aku sudah hampir lupa bagaimana rasanya. Rasa deg-deg-an saat ke-2 mataku beradu temu dengan mata seseorang. Dan sekarang aku merasakan lagi hal itu. Awalnya aku hanya menikmati keindahan yang hadir setiap siang di hariku. Namun, tak ada yang tau kalau pada akhirnya aku menyukaimu. Ini juga bukan mauku. Ini juga bukan salahmu. Bahkan semuanya tak pernah kita rencanakan. Tak pernah ku tau kalau suatu saat nanti aku akan berkenalan denganmu. Perkenalan singkat dan sekejap. Takdir lah yang memainkan perannya. Tak ada yang tau, bahkan kita sendiri.


Mengagumi sosok indahmu adalah anugerah terindah yang di kirim tuhan untuk ku. sosokmu membawa semangat baru di setiap hariku. Jika begitu adanya, berarti tidak ada yang salah dengan rasaku. Mengaggumi dalam diam adalah solusi terbaik yang bisa kulakukan saat ini. Selama ini tidak menyalahi aturan hidup, mungkin aku akan tetap mempertahankannya.




Lalu, salahkah aku jika aku menyukai mu?



Teruntuk kamu, seseorang yang selalu ku nantikan kehadirannya,
Teruntuk kamu, seseorang yang ingin ku lihat tatapan matanya,
Teruntuk kamu, seseorang yang indah senyumnya,
Teruntuk kamu, orang yg beberapa waktu terakhir membekukan waktuku untuk sementara.


R
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...