Aku mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah sadar bahwa aku mencintainya. Aku hanya bisa menikmati perasaan ini, dalam hatiku, sendiri, secara diam-diam, secara rahasia, tanpa pernah kubiarkan orang lain tahu akan keindahan yang aku rasakan ini. Entahlah... walaupun sedemikian menyakitkan, aku masih tetap menyebutnya sebagai keindahan. Karena mencintainya adalah keindahan. Karena mengaguminya adalah keindahan. Karena segala yang aku rasakan padanya adalah keindahan. Dan tak ada satupun orang yang mampu menghancurkan keindahan itu.
Dia... sosok yang tak pernah sirna dari hati kecilku. Selalu singgah untuk membangunkanku dari mimpi-mimpi itu, mimpi bahwa aku tak akan bisa menggapainya, mimpi bahwa aku hanya bisa mengaguminya sebatas mata, suara, dan senyumnya saja. Inilah perasaan yang tak tersampaikan. Sampai kapanpun, takkan aku sampaikan. Karena merindukannya adalah racun bagi Romeo dan Juliet, karena menyayanginya adalah duri bagi keindahan mawar, karena ingin memilikinya adalah luka dari hati itu sendiri. Biarkan saja mengalir, mengikuti arus, kemudian berlalu begitu saja. Entah kapan, entah sampai kapan. Mencintaimu selalu terlihat indah dalam hidupku. Takkan hilang.... takkan sirna begitu saja.
Dia membuat hidupku jadi lebih berwarna setiap harinya, setiap kali aku merasakan keindahannya dari kejauhan, dalam hatiku. Tapi, dia juga mampu membuat hidupku menjadi seperti puzzle dalam sekejap, membuatku bingung harus menatanya darimana. Dia harus tahu, dia harus percaya, bahwa aku menyayanginya walau hanya dalam diam. Seharusnya dia tahu, seharusnya dia sadar, tetapi.... aku hanya ingin diriku saja yang tahu dan menyadari akan hal ini. Dan dia... cukup dengan dunianya saja.
Perasaan seperti ini pernah aku rasakan. Tapi itu dulu. Dulu sekali. Bahkan aku sudah hampir lupa bagaimana rasanya. Rasa deg-deg-an saat ke-2 mataku beradu temu dengan mata seseorang. Dan sekarang aku merasakan lagi hal itu. Awalnya aku hanya menikmati keindahan yang hadir setiap siang di hariku. Namun, tak ada yang tau kalau pada akhirnya aku menyukaimu. Ini juga bukan mauku. Ini juga bukan salahmu. Bahkan semuanya tak pernah kita rencanakan. Tak pernah ku tau kalau suatu saat nanti aku akan berkenalan denganmu. Perkenalan singkat dan sekejap. Takdir lah yang memainkan perannya. Tak ada yang tau, bahkan kita sendiri.
Mengagumi sosok indahmu adalah anugerah terindah yang di kirim tuhan untuk ku. sosokmu membawa semangat baru di setiap hariku. Jika begitu adanya, berarti tidak ada yang salah dengan rasaku. Mengaggumi dalam diam adalah solusi terbaik yang bisa kulakukan saat ini. Selama ini tidak menyalahi aturan hidup, mungkin aku akan tetap mempertahankannya.
Lalu, salahkah aku jika aku menyukai mu?
Teruntuk kamu, seseorang yang selalu ku nantikan kehadirannya,
Teruntuk kamu, seseorang yang ingin ku lihat tatapan matanya,
Teruntuk kamu, seseorang yang indah senyumnya,
Teruntuk kamu, orang yg beberapa waktu terakhir membekukan waktuku untuk sementara.
♥R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar